NGANJUK

Kota Angin itulah sebutan dari kota kelahiran dan tempat tinggalku selama ini,julukan ini mungkin tidak asing lagi bagi kalian yang sebelumnya sudah tau, ataupun yang pernah mendengarnya saja terutama bagi kalian yang tinggal di Provinsi Jawa Timur yang pastinya tau tentang julukan ini.Ya julukan ini memang diperuntukkan dan dikhususkan untuk salah satu kota di Indonesia yang lebih tepatnya yaitu kota Nganjuk. Kota ini berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di utara,Kabupaten Madiun di barat,Kabupaten Kediri di selatan,serta Kabupaten Jombang di timur.Kota Nganjuk sendiri juga dikenal dengan nama Anjuk Ladang yang mempunyai arti yaitu Tanah Kemenangan dan sangat fenomenal dikenal di Indonesia dengan julukan Kota Angin.
Asal Mula sebutan Nganjuk Kota Angin yaitu karena di Kota Nganjuk mempunyai tingkat frekuensi Angin yang sangat tinggi dan besar maka tidak heran jika anginnya sangat kencang pada setiap waktunya dari pagi, siang, hingga malam, Angin disini tak henti-hentinya untuk berhenti.Bahkan apabila malam hari Anginnya tidak semakin mengecil melainkan justru akan semakin bertambah kencang
Lalu untuk asal mula adanya kota Nganjuk sendiri yaitu Nganjuk dahulunya bernama Anjuk Ladang yang dalam bahasa Jawa Kuno berarti Tanah Kemenangan. Dibangun pada tahun 859 Caka atau 937 Masehi.
Berdasarkan peta Jawa Tengah

dan Jawa Timur pada permulaan tahun 1811 yang terdapat dalam buku tulisan Peter Carey yang berjudul : ”Orang Jawa dan masyarakat Cina (1755-1825)”, penerbit Pustaka Azet, Jakarta, 1986; diperoleh gambaran yang agak jelas tentang daerah Nganjuk. Apabila dicermati peta tersebut ternyata daerah Nganjuk terbagi dalam 4 daerah yaitu Berbek, Godean, Nganjuk dan Kertosono merupakan daerah yang dikuasai Belanda dan kasultanan Yogyakarta, sedangkan daerah Nganjuk merupakan mancanegara kasunanan Surakarta.
Sejak adanya Perjanjian Sepreh 1830, atau tepatnya tanggal 4 Juli 1830, maka semua kabupaten di Nganjuk Berbek, Kertosono dan Nganjuk tunduk di bawah kekuasaan dan pengawasan Nederlandsch Gouverment. Alur sejarah Kabupaten Nganjuk adalah berangkat dari keberadaan kabupaten Berbek di bawah kepemimpinan Raden Toemenggoeng Sosrokoesoemo 1. Di mana tahun 1880 adalah tahun suatu kejadian yang diperingati yaitu mulainya kedudukan ibukota Kabupaten Berbek pindah ke Kabupaten Nganjuk.
Dalam Statsblad van Nederlansch Indie No.107, dikeluarkan tanggal 4 Juni 1885, memuat SK Gubernur Jendral dari Nederlandsch Indie tanggal 30 Mei 1885 No 4/C tentang batas-batas Ibukota Toeloeng Ahoeng, Trenggalek, Ngandjoek dan Kertosono, antara lain disebutkan: III tot hoafdplaats Ngandjoek, afdeling Berbek, de navalgende Wijken en kampongs : de Chineeshe Wijk de kampong Mangoendikaran de kampong Pajaman de kampong Kaoeman. Dengan ditetapkannya Kota Nganjuk yang meliputi kampung dan desa tersebut di atas menjadi ibukota Kabupaten Nganjuk, maka secara resmi pusat pemerintahan Kabupaten Berbek berkedudukan di Nganjuk.

0 thoughts on “NGANJUK”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *